Prabowo Semprot Koruptor: Hei Sadar Diri, Hentikan Praktikmu

Jakarta, spontanuhuy Indonesia

Presiden

Prabowo Subianto

kembali memperingatkan para

koruptor

untuk menghentikan praktik

korupsi

dan mengembalikan kekayaan negara yang telah diambil.

“Saya memperingatkan lagi, sekali lagi, untuk sekian kali lagi, saya bicara dari dulu. Hei para koruptor, sadar diri. Hentikan praktik-praktik kau. Hentikan. Rakyat tidak bodoh. Hentikan,” kata Prabowo dalam peringatan Hari Koperasi Nasional ke-79 di Jakarta, Minggu (12/7).

Prabowo meminta para koruptor mengembalikan kekayaan negara. Menurutnya, bangsa Indonesia merupakan bangsa yang pemaaf, namun keadilan tetap harus ditegakkan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Kembalikan kekayaan rakyat, kembalikan dengan baik. Kita bangsa pemaaf, tapi rakyat butuh keadilan,” ujarnya.

Prabowo mengatakan rakyat Indonesia harus menjadi sejahtera. Menurutnya, uang negara seharusnya digunakan untuk membangun sekolah yang baik.

Selain itu, untuk meningkatkan kesejahteraan guru, dokter, perawat, TNI, Polri, dan pegawai negeri.

[Gambas:Youtube]

“Rakyat butuh sekolah yang baik, guru-guru butuh gaji yang baik. Dokter-dokter, perawat-perawat butuh gaji yang baik. Tentara dan Polisi butuh gaji yang baik, supaya mereka tidak memeras dari rakyat. Pegawai negeri butuh gaji yang baik supaya mereka nggak korupsi,” tegas Prabowo.

Dalam kesempatan itu, Prabowo juga mengatakan pemerintah akan menertibkan badan usaha milik negara (BUMN) yang menurutnya selama ini menjadi salah satu sumber praktik korupsi.

“BUMN-BUMN itu akan kita tertibkan. Selama ini BUMN-BUMN itu sumber korupsi,” jelas Prabowo.

(yoa/ins)

Add

as a preferred

source on Google

Baca lagi: 3 Kendaraan Kecelakaan di Pantura Indramayu: 3 Tewas, Belasan Luka

Baca lagi: Oman Ajukan Proposal Pengelolaan Lalu Lintas Selat Hormuz

Baca lagi: Enggak Perlu Bayar, Bea Balik Nama Kendaraan Bekas 2026 Gratis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kamu mungkin juga menyukai: